Menjemput Impian bersama Traveloka

Posted on

Traveloka. Hai, perkenalkan nama saya Nisa. Saya punya mimpi untuk dapat meraih pendidikan setinggi-tingginya. Bukan demi memperoleh gelar, melainkan agar dapat memiliki pengetahuan yang luas serta tidak berhenti belajar. Dengan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki, saya ingin bisa memberi manfaat seluas-luasnya untuk orang-orang di sekitar saya. Terlebih bagi seorang perempuan, menurut saya, ilmu dan pengetahuan adalah modal utama yang sangat penting untuk melahirkan dan mendidik sebuah generasi.

Tentunya, banyak cara yang bisa ditempuh untuk memperluas pengetahuan. Saya banyak terinspirasi dari perempuan-perempuan sukses di Indonesia. Sebagian dari mereka ada yang memilih menempuh pendidikan formal secara maksimal –menjadi seorang profesor atau guru besar, lalu mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya untuk bangsa dan negara. Ada pula perempuan yang memilih keluar dari zona nyamannya untuk berpetualang melihat bagian bumi yang lain dan belajar hal-hal baru di sana. Para traveller ini memiliki segudang pengalaman dan pengetahuan dari hasil perjalanannya menelusuri beragam tempat. Mereka banyak memberi inspirasi dan membuka cakrawala baru bagi orang lain.

Bagaimana dengan saya? Saya ingin mencoba keduanya! Selepas lulus sarjana, saya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang master. Untuk memperkaya pengalaman dan men-challenge diri, saya pun bermimpi dapat berkuliah di luar negeri, di Eropa! Sebab, kualitas pendidikan di sana sangatlah mumpuni terlebih pada bidang ilmu sosial yang saya geluti. Berada di negeri orang tentunya juga akan membuat saya banyak belajar hal baru.

Nadia, saya, dan Nurul saat wisuda sarjana
Nadia, saya, dan Nurul saat wisuda sarjana
                                                                      Sumber: dok. pribadi

Mimpi saya begitu indah dan saya sadar, butuh usaha keras untuk menggapainya. Meski saya terlahir dari keluarga sederhana, hal itu tidak menyurutkan langkah saya. Saya pun mulai mencari beasiswa apa yang bisa saya dapatkan untuk melanjutkan sekolah ke Eropa. Dan, petualangan pun dimulai…

Perjalanan Menjemput Mimpi

Perjalanan saya mendapatan beasiswa begitu menantang dan berliku. Belakangan, saya baru menyadari, ternyata, selama ini perjalanan saya begitu dimudahkan dengan Traveloka.

Beberapa bulan yang lalu, saya menemukan tawaran beasiswa yang saya anggap cocok untuk dicoba. Sebuah beasiswa dari pemerintah. Dari situ saya mulai mencoba melengkapi persyaratan-persyaratannya. Saat saya mengetahui informasi tersebut, waktu pendaftaran tinggal sebentar lagi, dan saya harus memiliki sertifikat uji bahasa Inggris yang berstandar internasional yaitu TOEFL-ITP sebagai salah satu persyaratan. Saya yang berdomisili di Yogyakarta pun mulai mencari-cari jadwal tes TOEFL-ITP yang dapat saya ikuti. Saya menghubungi seluruh lembaga yang menyediakan tes TOEFL-ITP namun hampir semuanya penuh. Ada beberapa lembaga yang memiliki kuota kosong namun hasil tesnya baru keluar setelah tenggat pendaftaran beasiswa ditutup. Tidak punya pilihan lain, saya pun harus mencari jadwal tes TOEFL-ITP di kota lain.



Solo pun menjadi pilihan saya. Sebab, selain dekat, tes yang saya butuhkan pun tersedia. Tantangan selanjutnya adalah bahwa tes tersebut akan dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB dan saya pun harus memikirkan bagaimana saya yang berada di Yogyakarta ini bisa sampai di Solo sepagi itu dengan kondisi fit untuk mengikuti tes. Beberapa opsi saya pertimbangkan mulai dari naik bus hingga naik sepeda motor tapi akhirnya pilihan saya jatuh pada, naik kereta!

Kereta Api, Transportasi Pilihan
Kereta Api, Transportasi Pilihan | Sumber: kabardunia.com

Ya, kereta saya anggap sebagai pilihan paling efektif dan efisien karena cepat dan tidak menguras tenaga. Namun, kereta api lokal Yogyakarta – Solo sudah tentu tidak dapat dijadikan pilihan, sebab kedatangan paling pagi di Solo adalah pukul 06.42 WIB sedangkan saya masih harus melakukan perjalanan menuju lokasi tes. Saya memilih kereta Kahuripan yang saat itu akan berangkat dari stasiun Lempuyangan, Yogyakarta pada pukul 04.50 WIB dan tiba di stasiun Purwosari, Solo, pada sekitar pukul 05.40 WIB. Dengan estimasi waktu tersebut, saya masih memiliki cukup waktu  untuk menuju lokasi dan bersiap-siap.

Lalu, bagaimana saya mendapatkan tiket kereta? Saya memilih menggunakan aplikasi Traveloka dari smartphone saya. Bagaimana ceritanya?

Traveloka yang Pertama Terbersit

Sebelumnya, saya belum pernah memesan tiket kereta melalui Traveloka, karena memang jarang bepergian dengan kereta. Saya pernah memanfaatkan Traveloka untuk reservasi tiket pesawat buat teman saya yang saat itu harus segera pulang dari Yogyakarta ke Jakarta karena orang tuanya meninggal. Ketika itu saya langsung terbersit sebuah online travel agent terbesar di Indonesia, Traveloka, dengan tagline-nya yang begitu akrab di telinga dan kerap muncul di berbagai iklan,”Traveloka dulu…”. Alhasil, saat itu juga saya langsung melakukan pemesanan tiket pesawat melalui Traveloka.

Banyak Kemudahan dari Traveloka
Banyak Kemudahan dari Traveloka
                                                                Sumber: youtube.com

Setelah kejadian itu, untuk berjaga-jaga, saya mengunduh aplikasi Traveloka di smartphone. Alasannya jelas, jika suatu saat saya memiliki kebutuhan seputar transportasi, akomodasi, komunikasi, bahkan rekreasi, semuanya sudah tersedia. Sebagai official partner dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Traveloka telah menyediakan layanan tiket yang mencakup 5.000 rute dan 70 kota di Indonesia. Selain itu, dengan sistem yang mumpuni serta aplikasi yang user-friendly, Traveloka sangat cocok digunakan terutama oleh generasi millenial seperti saya. Saya sendiri telah membuktikan, selama perjalanan memperoleh beasiswa, Traveloka memberi banyak kemudahan. Berikut sekelumit cerita saya, saat menggunakan fitur “Trains” dari Traveloka.


Ke Solo, Memperjuangkan Mimpi bersama Traveloka

Ketika melakukan reservasi tiket ke Solo saya hanya perlu masuk ke aplikasi Traveloka dari smartphone saya kemudian mengisi stasiun atau kota asal dan tujuan. Dalam hal ini, Traveloka menyediakan opsi pencarian berdasarkan kota sehingga memudahkan bila belum mengetahui stasiun yang dituju. Traveloka juga menyediakan fitur menarik yaitu dapat memilih kursi yang tersedia. Karena saat itu saya hendak ke Solo untuk ujian, maka saya sengaja memilih kursi 2-2 di ujung gerbong agar lebih nyaman untuk belajar selama perjalanan.

Dalam layanannya, Traveloka menawarkan opsi pembayaran yang beragam. Untuk membayar pemesanan tiket ke Solo saya pilih metode transfer yang saya lakukan lewat mobile-banking. Cukup dengan beberapa sentuhan dari layar smartphone, voila, selesai! Setelah melakukan pembayaran, e-ticket pun otomatis tersimpan di Traveloka App saya. Di dalamnya terdapat barcode yang dipergunakan untuk mencetak boarding pass. Jika dihitung-hitung, saya hanya butuh tidak lebih dari tujuh menit untuk resevasi tiket kereta api! Praktis sekali, bukan?

Singkat cerita, perjalanan saya menuju Solo hari itu berjalan lancar. Ujian pun berjalan tanpa kendala yang berarti. Dua minggu kemudian hasil tes diumumkan. Saya kembali menuju Solo sambil berdebar untuk menerima hasil ujian. Alhamdulillah, hasil tes saya tidak mengecewakan dan lolos passing grade untuk persyaratan beasiswa. Saya sangat senang dan bersyukur, karena artinya jalan saya untuk mendapatkan beasiswa semakin dekat.

Setelah semua persyaratan terkumpul, saya segera mengirimkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk seleksi beasiswa. Tidak lama kemudian saya mendapatkan pengumuman bahwa saya lulus seleksi administrasi dan harus mengikuti tahapan-tahapan tes selanjutnya. Seleksi demi seleksi saya lalui hingga akhirnya saya menyelesaikan seleksi terakhir. Saya hanya bisa banyak-banyak berdoa sembari menunggu pengumuman apakah saya akan mendapatkan beasiswa tersebut dan berkesempatan sekolah lagi sambil menjelajah bagian lain dari bumi ini?

Hari pengumuman tiba dan saya dinyatakan lulus beasiswa! Tapi, tunggu dulu, agaknya Eropa belum menjadi jodoh saya karena saya mendapatkan beasiswa untuk kuliah di dalam negeri. Meski demikian, hal itu tetap saya syukuri karena saya bagaimanapun saya tetap beruntung mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan. Masih banyak kesempatan yang bisa saya coba untuk menginjakkan kaki di tanah Eropa!



Tantangan belum usai sampai di sini karena mendadak saya mendapatkan informasi dari lembaga pemberi beasiswa bahwa saya harus ke Jakarta untuk mendapatkan pembekalan beasiswa. Saya sempat panik karena waktu tinggal menyisakan beberapa jam untuk saya mendapatkan tiket ke Jakarta. Tapi lagi-lagi, Traveloka jadi solusi…

Ke Jakarta dengan Traveloka: Beasiswa, Aku Datang…

Untungnya sekarang Traveloka punya layanan last-minute booking yang memungkinkan untuk memesan tiket hingga tiga jam sebelum keberangkatan. Saya pun segera melakukan reservasi tiket kereta api dari stasiun Kutoarjo (karena saat itu saya sedang berada di sekitar lokasi) menuju stasiun Jatinegara. Urusan tiket pun lancar dan saya sampai ibukota tepat waktu.

Jakarta, Aku Datang
Jakarta, Aku Datang
                                                                         Sumber: suzieicus.com

Kurang lebih seminggu saya berada di Jakarta untuk mempersiapkan kuliah jenjang master saya. Banyak pelajaran, pengalaman, dan teman baru yang saya dapatkan di sana. Rasanya saya begitu bersemangat untuk segera kuliah, meski belum bisa mencicipi kampus prestisius di Eropa, di mana pun tempatnya menuntut ilmu, yang terpenting kita bisa mengamalkannya dan berkontribusi untuk bangsa. Bukan begitu?

Hari kepulangan tiba, saya pun harus kembali ke Kutoarjo. Kembali saya buka Traveloka App untuk reservasi tiket kereta. Baru saat itu saya menyadari, saya melewatkan sebuah fitur yang memudahkan, quick-pick! Ternyata, dengan fitur tersebut penumpang bisa menyimpan data dirinya sehingga ketika melakukan reservasi, tidak perlu lagi memasukkan data diri secara manual yang cukup memakan waktu lama. Segera saya manfaatkan fitur tersebut agar di kemudian hari urusan reservasi tiket ataupun voucher bisa lebih praktis dan cepat, mungkin hanya butuh waktu lima menit!



Kabar baik satu lagi, ketika saya sedang melakukan reservasi seorang teman mengatakan bahwa Traveloka tengah memberi promo potongan harga Rp. 30.000 untuk seluruh perjalanan kereta api! Betapa bahagianya saya, sebagai seorang fresh graduate, tentu nominal ini begitu berarti. Caranya mudah saja, tinggal memasukkan kupon TRIP30K dan tiket kereta api Bogowonto dari stasiun Pasar Senen menuju stasiun Kutoarjo yang saya pesan pun otomatis dipotong Rp. 30.000.

TRIP30K
TRIP30K
                                                                     Sumber: Traveloka.com

Selama perjalanan pulang saya bersyukur bahwa perjuangan yang saya lakukan selama ini rupanya membuahkan hasil yang manis. Semuanya tentu berkat doa dan dukungan dari banyak pihak termasuk Traveloka yang memberi begitu banyak kemudahan bagi saya terutama untuk urusan transportasi. Tapi saya tidak boleh berhenti bermimpi sampai di sini, saya masih punya mimpi besar yang belum terwujud, semoga suatu saat kesempatan mengantarkan saya menjelajah Eropa… [Khalimatu Nisa]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *